Laman

Kamis, 24 Januari 2013

MANAJEMEN PERBANKAN


 A.    Pengertian Bank

Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai
“Lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya”.
Sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak dibidang keuangan dimana kegiatannya baik hanya menghimpun dana, atau hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya menghimpun dan menyalurkan dana.
Kemudian pengertian banh menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan adalah:
“Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”.
Jadi dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan perbankan meliputi tiga kegiatan utama, yaitu:
1.                  Menghimpun dana
2.                  Menyalurkan dana, dan
3.                  Memberikan jasa bank lainnya.
Jasa-jasa perbankan lainnya antara lain sebagai berikut:
·         Jasa setoran seperti setoran air, listrik, telepon dan uang kuliah
·         jasa pembayaran seperti pembayaran gaji, pensiun atau hadiah
·         jasa pengiriman uang (trasfer)
·         jasa penagihan (inkaso)
·         jasa kliring (clearing)
·         jasa penjualan mata uang asing (valas)
·         jasa penyimpanan dokumen (Safe Deposit Box)
·         jasa cek wisata (Traveller cheque)
·         jasa kartu kredit (Bank Card)
·         jasa-jasa yang ada dipasar modal seperti pejamin emisi dan pedagang efek
·         jasa letter of credit (L/C)
·         jasa bank garansi dan referensi bank
·         serta jasa bank lainnya.
Banyaknya jenis jasa yang ditawarkan sangat tergantung dari kemampuan bank masing-masing. Semakin mampu bank tersebut, semakin banyak ragam produk yang ditawarkan. Kemampuan bank dapat dilihat dari segi permodalan, manajemen serta fasilitas sarana dan prasarana yang dimilikinya.

B. Sejarah Perbankan
            Sejarah dikenalnya asal mula kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. Oleh karena itu bank dikenal sebagai tempat menukar uang atau sebagai meja tempat menukarkan uang. Dalam sejarah para pedagang dari berbagai kerajaan melakukan transaksi dengan menukarkan uang, dimana penukaran uang dilakukan antar mata uang kerajaan yang satu dengan yang lainnya. Kegiatan penukaran uang ini sekarang disebut dengan pedagang valuta asing (money changer).
            Dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan operasional perbankan bertambah lagi menjadi tempat penitipan uang atau sekarang disebut simpanan. Kemudian berkembang dengan kegiatan peminjaman uang yaitu dengan cara uang yang semula disimpan masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya.
Berikut ini di uraikan sejarah singkat perkembangan bank-bank milik pemerintah di Indonesia, yaitu:

·               Bank Negara Indonesia 1946 (BNI)
 Bank ini menjalankan fungsi BNI unit 111 dengan UU Nomor 17 Tahun 1968 dan   berubah menjadi Bank Negara Indonesia 1946

·                     Bank mandiri
Bank ini merupakan hasil merger antara Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Pembangunan Indonesia (BAPINDO), dan Bank Ekspor Impor (Bank Exim). Hasil merger ke empat bank ini dilaksanakan pada tahun 1999 akibat bank tersebut terus menerus dilanda kerugian.

A.    Jenis-jenis Bank

Untuk lebih jelasnya jenis perbankan dewasa ini dapat ditinjau dari berbagai segi antara lain
·         Dilihat dari segi fungsinya
Dalam UU Pokok Perbankan Nomor 14 Tahun 1967 jenis perbankan menurut fungsinya terdiri dari: Bank umum, bank pembangunan, bank tabungan, bank pasar, bank desa, lumbung desa, bank pegawai, dan bank jenis lainnya. Kemudian menurut UUperbankan Nomor 7 Tahun 1992 dan ditegaskan lagi dengan keluarnya UU RI Nomor 10 Tahun1998, maka jenis perbankan terdiri dari dua jenis bank yaitu:
a.      Bank umum (menurut UU Nomor 10 Tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasakan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas penbayaran).
b.      Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menurut UU Bomor 10 Tahun 1998 adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayran.
c.       Di samping kedua jenis bank diatas dalam praktiknya masih terdapat satu lagi jenis bank yang ada di Indonesia yaitu Bank Sentral. Fungsi bank sentral dipegang olen Bank Indonesia (BI). Fungsinya diatur oleh UU Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Tujuan BI seperti tertuang dalam UU RI Nomor 23 Tahun 1999 bab 111 pasal 7 adalah mencapai dan memelihara kestabilan rupiah. Dengan kestabilan nilai rupiah, akan sangat banyak manfaat akan diperoleh terutama untuk mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Agar kestabilan nilai rupiah dapat tercapai dan terpelihara, maka Bank Indonesia memiliki tugas antara lain :
·                     Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter,
·                     Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran,
·                     Mengatur dan mengawasi bank.

·         Di lihat dari segi kepemilikannya
Maksudnya siapa saja yang  memilki bank tersebut kepemilikannya dapat dilihat dari akta pendirian dan penguasaan saham yang dimilki bank yang bersangkutan. Jenis bank dilihat dari segi kepemilikan adalah bank milik pemerintah, bank milik swasta nasional, bank milik asing, bank milik campuran.

·         Di lihat dari segi status
Kedudukan atau status ini menunjukkan ukuran kemampuan bank dalam melayani masyarakat baik dari segi jumlah produk, modal maupun kualitas pelayanannya. Tapi ini memerlukan penilaian dengan criteria tertentu. Dan biasanya khusus untuk bank umum. Dalam prakteknya jenis bank dilihat dari status dibagi  dua macam, yaitu bank devisa dan bank non devisa.

·         Di lihat dari segi cara menentukan harga.
 Bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional, keuntungan utama diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan atau kredit yang disalurkan. Keuntungan dari selisih bunga tersebut di kenal dengan istilah spread based. Jika suatu bank mengalami suatu kerugian dari selisih bunga, dimana suku bunga simpanan lebih besar dari suku bunga kredit, istilah ini dikenal dengan nama negative spread.dan system pengenaan biaya dikenal dengan istilah fee based.
Bagi bank syariah keuntungan bukan diperoleh dari bunga tapi dengan bagi hasil yang disesuaikan dengan prinsip syariah yang berdasarkan hukum islam, sebagai berikut:
·         Mudharabah yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil.
·         Musyarakah yaitu pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal
·         Murabahah yaitu prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan.
·         Ijarah yaitu pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan.
·         Ijarah wa iqtina yaitu pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang di sewa dari pihak bank oleh pihak lain.


  1. Manajemen perbankan
v  Pengertian bank dan lembaga keuangan
Pengertian bank menurut undang-undang RI nomor 10 tahun 1998 adalah: bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kreditan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Pengertian lembaga keuangan adalah setiap perusahaan yang bergerak dibidang keuangan dimana kegiatannya baik hanya menghimpun dana, atau hanya menyalurkan dana atau kedua-duanya menghimpun dan menyalurkan dana.

v  Sejarah perbankan
Sejarah dikenalkannya asal mula kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang, dalam sejarah para pedagang dari berbagai kerajaan melakukan transaksi dengan menukarkan uang, dimana penukaran uang melakukan antar mata uang kerajaan yang satu dengan mata uang kerajaan lainnya.
Beberapa bank-bank yang ada dizaman awal kemerdekaan adalah sebagai berikit :
a)Bank surakarta MAI (maskapai adil makmur) tahun 1945 disolo
b)      Bank rakyat indonesia yang didirikan pada tanggal 22 febuari 1946 bank ini berasal dari De algemenevolk crediet bank atau syomin ginko
c)      Bank negara indonesia yang didirikan tanggal 5 juli 1946 kemudian menjadi BNI 1946.
d)     Bank indonesia dipalembang tahun 1946
e)      Bank dagang nasional indonesia tahum 1946 dimedan
f)       NV bank sulawesi dimanado tahun 1946
g)      Indonesia banking corporation tahun 1947 di yogyakarta, kemudian menjadi bank amerta
h)      Bank dagang Indonesia NV dibanjarmasin tahun 1949
i)        Bank timur NV disemarang berganti nama menjadi bank gemari, kemudian merger dengan bank central asia (BCA) tahun 1949
j)        Kalimantan corporation tranding di samarinda tahun 1950 kemudian merger dengan bank pasifik.
Bank yang berdasarkan prinsip konfensional
1.      menetapkan bunga sebagai harga jual, baik untuk produk simpanan seperti giro, tabungan maupun deposito. Demikian pula harga beli untuk harga pinjamanjuga ditentukan berdasarkan tingkat suku bunga tertentu.
2.      untuk jasa-jasa bank lainnya perbankan konvensional menggunakan atau menetapkan barbagai biaya-biaya dalam nominal atau presentase tertentu seperti biaya administrasi, biaya provisi, sewa, iuran dan biaya-biaya lainya.

Bank yang berdasarkan prinsip syariah
1.      pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (nudharabah)
2.      pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musharakah)
3.      prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murababah)
4.      pembiayaan barang modal berdasarkan sewa murni tanpa pilihan (ijarah)
5.      atau dengan adanya pilihan pemindahan lepemilikan atas barang yang disewa dari pihak bank oleh pihak lainnya (ijarah wa iqtina).

Berikutnya adalah pengertian jasa lainnya yang merupakan jasa pendukung atau pelengkap kegiatan perbankan, jasa perbankan lainnya antara lain meliputi :
1.      jasa setoran
2.      jasa pembayaran
3.      jasa pengiriman uang (transfer)
4.      jasa penagihan
5.      jasa kliring
6.      jasa penjualan mata uang asing
7.      jasa pemyimpangan dokumen
8.      jasa  cek wisata
9.      jasa kartu kredit
10.  jasa pasar
11.  jasa letter of kredit
12.  jasa bank garansidan referensi bank
13.  jasa bank lainnya.

v  Jenis-jenis bank
1.      dilihat dari segi fungsinya
a)      bank umum
b)      bank pembangunan
c)      bank tabungan
d)     bank pasar
e)      bank desa
f)       lumbung desa
g)      bank pegawai
h)      dan jenis bank lainnya

2.   dilihat dari segi kepemilikannya
a)      bank milik pemerintah
b)      bank milik swasta nasional
c)      bank milik asing
d)     bank milik campuran

3.  dilihat dari segi status
a)      bank devisa
b)      bank non devisa


v  Tugas-tugas bank
1.menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
a)      menetapkan saran-saran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkannya
b)      melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada :
Ø  operasi pasar terbuka dipasar uang, baik mata uang rupiah maupun valas
Ø  menetapkamn tingkat diskonto
Ø  menetapkan cadangan wajib minimum
Ø  pengaturan kredit atau pembiayaan
c)   memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah, paling lama 90 hari kepada bank untuk mengatasi kesulutan pendanaan jangka pendek bank yang bersangkutan
d)   melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan
e)   mengelolah cadangan devisa
f)   menyelenggarakan survei secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro dan mikro

2.   mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
a)      melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran
b)      mewajibkan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatannya
c)      menetapkan penggunaan alat pembayaran
d)     mengatir sistem kliring antar bank baik dalam mata uang rupiah maupun asing
e)      menyelenggarakan penyelesaian akhir transaksi pembayaran antar bank
f)       menetapkan macam harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahan yang digunakan, dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah.

3.   mengatur dan mengawasi bank
a)      menciptakan ketentuan-ketentuan perbankan yang memuat prinsip-prinsip kehati-hatian
b)      menberikan dan mencabut izin usaha bank
c)      memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank
d)     memberikan persetujuan atas kepemilikan dan pengurusan bank
e)      memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu
f)       mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan, dan penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan bank indonesia
g)      melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berkala maupun setiap waktu apabila diperlukan
h)      memerintahkan bank untuk menghentikan sementara sebagian atau seluruh kegiatan transaksi tertentu apabila menurut penilaian bank indonesia terhadap suatu transaksi patut diduga merupakan tindakan pidana dibidang perbankan
i)        mengatur dan mengembangkan informasi antar bank
j)        mengambil tindakan terhadap suatu bank sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang perbankan yang berlaku apabila menurut penulauan bank indonesia dapat membahayakan kelangsungan usaha bank yang bersangkutan dan atau membahayakan perekonomian nasional
k)      tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sektor jasa keuangan yang independen dan dibentuk dengan undang-undang

v  jenis perbankan terdiri dari dua jenis bank yaitu :
Ø  bank umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasatkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
Ø  bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran

B.  kegiatan-kegiatan bank
Dalam menjalankan usahanya sebagai lembaga keuangan, kegiatan bank sehari-hari tidak terlepas dari bidang keuangan. Sama seperti halnya perusahaan lainya, kegiatan pihak perbankan secara sederhana dapat kita katakan sebagai te4mpat melayani segala kebutuhan para nasabahnya. Para nasabah datang silih bergantu baik secara pembeli jada maupun penjual jasa yang ditawarkan. hal ini sesuaidengan kegiatan utama bank yaitu membeli uang dari masyarakat (menghimpun dana) melalui simpanan dan kemudian menjual uang yang diperoleh dari penghimpunan dana dengan cara (menyalurkan dana) kepada mastarakat umum dalam bentuk kredit ataupun pinjaman.
Dalam melaksanakan kegiatannya setiap bank berbeda seperti kegiatan bank umum dengan kegiatan bank perkreditan rakyat. Kegiatan bank umum lebih luas dari bank perkreditan rakyat. Artinya produk yang ditawarkan oleh bank umum lebih lengkap, hal ini  disebabkan bamk umum mempunyai kebebasan untuk menentukan jenis produk dan jasanya, sedangkan bank perkreditan rakyat mempunyai keterbatasan tertentu sehingga kegiatannya menjual produk dan wilayah operasinya lebih sempit dibandingkan dengan baqnk umum.
Dewasa ini kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di indonesia terlama kegiatan bank umum adalah sebagai berikut :
1.      menghimpun danadari masyarakat (funding) dalam bentuk :
a)      simpanan giro (demand deposit) yang merupakan simpanan pada bank dimana penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet giro.
b)      Simpanan tabungan (saving deposit) yaitu simpanan pada bank yang penarikannya dapat dilakukan sesuai perjanjian antara bank dengan nasabah dan penarikannya dengan menggunakan slip penarikan, buku tabungan, kartu ATM atau sarana penarikan lainnya.
c)      Simpanan deposito (time deposit) merupakan simpanan pada bank y7ang penarikannya sesuai jangka waktu (jatuh tempo) dan dapat ditarik dengan bilyet deposit atau sertifikat deposito
2.      menyalurkan dana ke masyarakat (lending) dalam bentuk kredit seperti:
a)      kredit investasi, kredit yang diberikan kepada para investor untuk investasi yang penggunaanya jangka panjang

Usaha yang dapat dilakukan bank umum adalah sebagai berikut :
 a.    Menghimpun dana dari masyarakat
 b.    Memberikan kredit
 c.    Menerbitkan surat pengakuan hutang
 d.    Membeli, menjual atau menjamin atas risiko sendiri maupun untuk kepentingan dan atas perintah nasabahnya :
              1)    Surat-surat wesel termasuk wesel yang diaksep oleh bank
              2)    Surat pengakuan hutang
              3)    Kertas perbendaharaan Negara dan surat jaminan pemerintah
              4)    Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
              5)    Obligasi
              6)    Surat dagang berjangka waktu sampai dengan 1 (satu) tahun
              7)    Instrumen surat berharga lain
 e.    Memindahkan uang baik untuk kepentingan sendiri ataupun nasabah
 f.    Meminjamkan dana kepada bank lain
 g.    Menerima pembayaran dari tagihan atas surat berharga
 h.    Menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat berharga dan sebagainya

 Jasa-Jasa Bank Umum
 Kegiatan usaha bank umum di sisi jasa-jasa (services side) adalah memberikan jasa-jasa kepada masyarakat baik yang berkaitan dengan jasa keuangan maupun jasa bukan keuangan
  Jasa-jasa keuangan. Jasa-jasa yang bersifat keuangan atau financial services yang ditawarkan oleh bank umum kepada nasabah atau masyarakat antara lain adalah :
 a.    Pengiriman uang
 b.    Perdagangan surat-surat berharga
 c.    Inkasso dalam dan luar negeri
 d.    Transfer dana
 e.    Manajemen dana dan investasi dan sebagainya

 Jasa non keuangan. Jasa-jasa non keuangan yang diberikan bank antara lain :
 a.    Pergudangan
 b.    Pelatihan pegawai
 c.    Surat introduksi
 d.    Kotak pengamanan
 e.    Jasa-jasa computer

 Resiko Usaha Bank
     Risiko usaha atau business risk bank merupakan tingkat ketidakpastian mengenai suatu hasil yang diperkirakan atau diharapkan akan diterima. Hasil dalam hal ini merupakan keuntungan bank atau investor. Semakin tidak pasti hasil yang diperoleh suatu bank, semakin besar kemungkinan risiko yang dihadapi investor dan semakin tinggi pula premi risiko atau bunga yang diinginkan oleh investor.
 Risiko usaha yang dapat dihadapi oleh bank antara lain :
 a.    Risiko kredit (credit atau default risk)
 b.    Risiko investasi (investment risk)
 c.    Risiko likuiditas (liquidity risk)
 d.    Risiko operasional (operating risk)
 e.    Risiko penyelewengan (fraud risk)
 f.    Risiko fidusia (fiduciary risk)

 Sifat Usaha Bank
 Dari definisi bank yang telah dijelaskan tersebut di muka, maka sifat uasaha bank pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut :
 a.    Kegiatan penghimpunan dana
 b.    Kegiatan penggunaan dana dan
 c.    Kegiatan pemberian jasa.

 Mobilisasi Dana Bank
 Kemampuan menarik dana dari masyarakat dengan biaya yang relative murah merupakan suatu masalah yang cukup sulit dalam pengelolaan bank, terutama sejak era deregulasi 1 Juni 1983 dan mencapai puncaknya setelah dikeluarkannya Pakto 27, 1988. Kegiatan penghimpunan dana merupakan kegiatan pokok yang dapat dilihat pada sisi pasiva neraca bank.
     Keberhasilan bank dalam melakukan penghimpunan atau mobilisasi dana ini sangat dipengaruhi beberapa factor antara lain :
 a.    Kepercayaan masyarakat pada suatu bank jelas akan mempengaruhi kemampuan bank menghimpun dana dari berbagai sumber terutama dari masyarakat/institusi.
 b.    Ekspektasi yaitu perkiraan pendapatan yang akan diterima oleh penabung dibandingkan dengan alternative investasi lainnya dengan tingkat risiko sama.
 c.    Keamanan yaitu jaminan keamanan oleh bank atas dana nasabah.
 d.    Ketepatan waktu yaitu pengambilan simpanan nasabah yang harus selalu tepat waktu.
 e.    Pelayanan yang lebih cepat dan fleksibel.
 f.    Pengelolaan dana bank yang hati-hati.

Jasa-jasa Bank
 Salah satu fungsi bank yang sangat vital terutama dalam membantu transaksi bisnis adalah penyediaan jasa-jasa guna membantu memperlancar lalu lintas pembayaran.
 Jasa-jasa yang disediakan bank umum antara lain adalah sebagai berikut :
 1.    Kliring
 Kliring adalah suatu cara penyelesaian hutang-piutang antara bank-bank peserta kliring dalam bentuk warkat atau surat-surat berharga disuatu tempat tertentu. Dengan mekanisme kliring dapat lebih mempermudah, mempercepat dan lebih efisien terhadap penyelesaian hutang-piutang antara bank-bank peserta kliring. Warkat-warkat kliring antara lain adalah cek, bilyet giro, CD, Nota Debet dan Nota Kredit.

 2.    Inkasso
 Inkasso adalah penagihan yang dilakukan oleh bank atas suatu warkat kliring dengan perintah nasabahnya. Inkasso akan memberi kemudahan dan keamanan nasabah dalam menguangkan warkat-warkatnya.

 3.    Letter of Credit
 LC adalah suatu fasilitas atau jasa yang diberikan bank kepada nasabah dalam rangka mempermudah dan memperlancar transaksi jual beli barang terutama yang berkaitan dengan transaksi internasional.

 4.    Bank Garansi
 Bank garansi adalah jaminan yang diberikan oleh bank atas permintaan nasabah untuk memenuhi kewajibannya kepada pihak lain apabila nasabah yang bersangkutan tidak memenuhi kewajibannya.

 5.    Transfer
 Transfer merupakan jasa bank yang banyak dimanfaatkan oleh nasabah. Transfer dapat dilakukan untuk pengiriman uang baik dalam negeri maupun luar negeri.

 Manajemen Aktiva-Pasiva Bank
 Pembahasan mengenai manajemen aktiva-pasiva bank terutama setelah memasuki era perbankan modern sulit untuk dipisahkan karena pengelolaan kedua sisi neraca bank tersebut dalam manajemen bank harus dikelola secar terpadu, antara lain disebabkan :
 a)    Tingkat bunga yang berfluktuasi
 b)    Perubahan struktur sumber dana
 c)    Meningkatnya kebutuhan modal
 d)    Persaingan yang tajam antar bank
 e)    Perkembangan system informasi
 f)    Meningkatnya peran perbankan
 g)    Ketersediaan dana di pasar uang
 h)    Perubahan komposisi aktiva



  1. Manajemen Likuiditas Bank
 Sulitnya pengelolaan likuiditas maka bank harus memperhatikan seakurat mungkin kebutuhan likuiditas untuk suatu jangka waktu tertentu. Sumber-sumber utama kebutuhan likuiditas dapat digolongkan sebagai berikut :
 a.    Untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum yang ditetapkan  Bank Sentral yang saat ini sebesar 2% dari dana pihak ketiga
 b.    Untuk menjaga agar saldo rekening yang ada pada bank koresponden selalu berada pada jumlah yang telah ditentukan.
 c.    Untuk memenuhi penarikan dana baik oleh nasabah debitur maupun deposan.
 Konsep Likuiditas
 Sejalan dengan pemenuhan kebutuhan likuiditas bank, maka suatu bank dianggap likuid apabila :
 a.    Memiliki sejumlah likuiditas sema dengan jumlah kebutuhan likuiditasnya.
 b.    Memiliki likuiditas kurang dari kebutuhan tetapi bank yang bersangkutan mempunyai surat-surat berharga yang dapat segera dialihkan menjadi kas.
 c.    Memiliki kemampuan untuk memperoleh likuiditas dengan cara menciptakan utang. 

 Teori Manajemen Likuiditas
 Teori manajemen likuiditas ini pada dasarnya adalah teori yang berkaitan dengan bagaimana pengelolaan likuiditas bank agar dapat senantiasa memenuhi semua kebutuhan likuiditasnya, teori-teorinya dikenal sebagai berikut :
 a.    Commercial loan theory
 b.    Doctrine of asset shiftability
 c.    Theory of shifttability to the market
 d.    The anticipated income theory

Sumber-sumber Dana Bank
  Sumber utama dana bank dalam usahanya menghimpun dana berasal dari simpanan dalam bentuk giro (demand deposit), deposito berjangka (time deposit) dan tabungan (savings deposit). Ketiga jenis dana ini sering disebut sebagai sumber dana tradisional bank. Sumber-sumber dana bank dalam bentuk simpanan tersebut dapat berasal dari masyarakat maupun nasabah. Di samping itu sumber dana bank dapat pula berasal dari modal sendirinya dan sumber lainnya yang tidak termasuk dari kedua sumber tersebut di atas.

 Penggunaan Dana Bank
 Penggunaan dana bank pada prinsipnya dapat diklasifikasikan berdasarkan :
 a.    Prioritas penggunaan dana
 Penggunaan dana bank dua prioritas pertama adalah dialokasikan dalam bentuk cadangan likuiditas yang terdiri dari cadangan primer dan cadangan sekunder.
 Prioritas pertama dan kedua dalam pengalokasian dana bank adalah :

 1.    Cadangan Primer
 Cadangan primer dimaksudkan antara lain untuk memenuhi ketentuan likuiditas wajib minimum dan untuk keperluan operasi termasuk untuk memenuhi semua penarikan simpanan dan permintaan kredit nasabah. Cadangan primer terdiri dari : uang kas yang ada dalam bank, saldo rekening pada bank sentral, dan warkat-warkat yang dalam proses penagihan.

 2.    Cadangan Sekunder
 Cadangan sekunder yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan likuiditas yang jangka waktunya diperkirakan kurang dari satu tahun. Tujuan utama yaitu untuk memperoleh keuntungan.

Sifat aktiva bank
 Penggunaan dana bank berdasarkan sifat aktiva dimaksud disini adalah pengalokasian dana ke dalam bentuk aktiva yang dapat memberikan hasil dan tidak memberikan hasil bagi bank yang bersangkutan. Oleh karena itu, penggunaan dana berdasarkan sifat aktiva dapat dibedakan sebagai berikut :
 1.    Penanaman Dana dalam Aktiva Tidak Produktif
 Aktiva tidak produktif adalah penanaman dana bank ke dalam bentuk aktiva yang tidak memberikan hasil bagi bank. 

 Komponen dana dalam bentuk aktiva yang tidak produktif terdiri dari :
 1)    Alat-alat Likuid
 Alat likuid adalah aktiva yang dapat digunakan setiap saat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas bank.aktiva ini merupakan aktiva yang palin likuid dari keseluruhan aktiva bank.
 2)    Aktiva Tetap dan Inventaris
 Penggunaan dana bank dalam bentuk aktiva tetap dan inventaris diatur oleh Bank Indonesia. Jumlah dana yang diperkenankan digunakan untuk membiayai aktiva tetap dan inventaris bagi bank milik Negara berbeda dengan ketentuan bagi bank swasta nasional, BPD, Bank Koperasi dan Bank Asing serta BPR.

 2.    Penanaman Dana dalam Aktiva Produktif
 Aktiva produktif adalah semua penanaman dana dalam rupiah dan valuta asing yang dimaksudkan untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan fungsinya.
 Komponen aktiva produktif bank terdiri dari :
 1)    Kredit yang diberikan
 2)    Deposito berjangka pada bank lain
 3)    Call money
 4)    Surat-surat berharga
 5)    Penempatan dana
 6)    Penyertaan modal

Sifat Usaha Bank
 Dari definisi bank yang telah dijelaskan tersebut di muka, maka sifat uasaha bank pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 3 (tiga) kegiatan sebagai berikut :
 a.    Kegiatan penghimpunan dana
 b.    Kegiatan penggunaan dana dan
 c.    Kegiatan pemberian jasa.

 Mobilisasi Dana Bank
 Kemampuan menarik dana dari masyarakat dengan biaya yang relative murah merupakan suatu masalah yang cukup sulit dalam pengelolaan bank, terutama sejak era deregulasi 1 Juni 1983 dan mencapai puncaknya setelah dikeluarkannya Pakto 27, 1988. Kegiatan penghimpunan dana merupakan kegiatan pokok yang dapat dilihat pada sisi pasiva neraca bank.
     Keberhasilan bank dalam melakukan penghimpunan atau mobilisasi dana ini sangat dipengaruhi beberapa factor antara lain :

  1. Kepercayaan masyarakat pada suatu bank jelas akan mempengaruhi kemampuan bank menghimpun dana dari berbagai sumber terutama dari masyarakat/institusi.
  2. Ekspektasi yaitu perkiraan pendapatan yang akan diterima oleh penabung dibandingkan dengan alternative investasi lainnya dengan tingkat risiko sama.
  3. Keamanan yaitu jaminan keamanan oleh bank atas dana nasabah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar